Reaksi eksoterm adalah reaksi yang menyebabkan adanya transfer kalor dari sistem ke lingkungan. Reaksi eksoterm selalu ditandai dengan adanya kenaikan suhu sistem saat reaksi berlangsung. Perubahan entalpi dihitung dengan ΔH = energi untuk memutus ikatan - energi untuk membuat produk reaksi Perbedaan reaksi eksoterm dan endoterm adalah reaksi endoterm menyerap energi berupa panas yang diserap dari lingkungannya sendiri, sedangkan reaksi eksotermik melepaskan energi di sekitarnya. Contoh reaksi eksotermik adalah respirasi, sedangkan contoh reaksi endoterm adalah mencairnya es. Membedakan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm berdasarkan hasil percobaan dan diagram tingkat energi 3.5. Memahami H reaksi berdasarkan hukum Hess 4.4. Membuktikan proses terjadinya reaksi eksoterm dan reaksi endoterm 4.5. Menggunakan Hukum Hess untuk menghitung H suatu reaksi B. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 3.4.1. Perbandingan cepat Eksoterm dan Endoterm. Perbedaan kunci: Dalam Kimia, eksoterm dan endoterm adalah dua jenis yang menonjol dari reaksi. Reaksi endotermik membutuhkan panas (energi). Di sisi lain, reaksi eksotermis adalah salah satu yang melepaskan panas (energi). Dengan demikian, kedua reaksi hanya berlawanan satu sama lain. Perbedaan lain mengenai reaksi eksoterm dan reaksi endoterm yang harus kamu ketahui adalah sebagai berikut: Reaksi Eksoterm: Ada pembebasan kalor; Tingkat suhu sistem lebih tinggi dari lingkungan; Posisi kalor berpindah dari sistem ke lingkungan; Entalpi sistem semakin berkurang; Adanya kenaikan pada suhu; Reaksi Endoterm. Membutuhkan kalor Secara umum, perubahan entalpi dalam reaksi kimia dapat diungkapkan dalam bentuk diagram reaksi berikut. A + B → C + kalor (reaksi eksoterm) C + kalor → A + B (reaksi endoterm) Pada diagram di atas, tanda panah menunjukkan arah reaksi. Pada reaksi eksoterm, selisih entalpi berharga negatif sebab entalpi hasil reaksi (C) lebih rendah .

jelaskan perbedaan reaksi eksoterm dan endoterm